Pada tanggal 21-22 November 2017, Universitas Indonesia kembali menggelar Indonesia Citizens

Summit 2.0. ICS atau Indonesia Citizens Summit adalah sebuah acara pertemuan stakeholder pembangunan berkelanjutan terbesar di Indonesia, yang dihadiri oleh para wakil pemerintah, swasta, akademisi dan masyarakat sipil dari seluruh Indonesia.

ICS dihadiri oleh 500 perwakilan Kementerian/ lembaga pemerintah provinsi dan kabupaten dari seluruh Indonesia, 300 perwakilan CSR perusahaan BUMN, swasta, bisnis sosial dan koperasi, 150 perwakilan universitaslembaga dan think thank, 700 perwakilan Ormas sipil, yayasan, asosiasi, perhimpunan, komunitas, lembaga adat dan parpol, 100 aktivis, inovator sosial dan tokoh masyarakat, 50 perwakilan dari berbagai Kedubes dan organisasi internasional, serta menghadirkan 100 booth inisiatif Gerakan Bangun Indonesia yang diluncurkannya untuk pertamakalinya di acara ini. Gerakan Bangun Indonesia adalah sebuah gerakan gotong royong nasional pemerintah, perusahaan dan masyarakat sipil menuju pencapaian SDGs 2030 di Indonesia.

Pada hari kedua tanggal 22 November ICS melakukan paralel session di tiga ruangan yang berbeda, yaitu di Auditorium ILRC, Balairung dan Auditorium Apung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten dibidangnya. Untuk Balairung ISC mengetengahkan para pembicara diantaranya: Eko Ernada Stafsus Mentri Sosial RI, Arifin Purwakananta Deputi BAZNAS, Dr. Ir Surachman Suwardi MP Sekertaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian perwakilan dari Kementerian Pertanian, Irsan Rajamin CTO Habibie Garden, Anindita Sitepu Direktur Program CISDI, Dr. Anung Sugihartono, M.Kes Dirjen Kesehatan Masyarakat, mewakili Kemenkes RI, Fendy Susanto, M.Sc, CSRS Sustainability Development Manager PT. Nutrifood Indonesia, Dr. Agustin Kusumayanti Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof.  Dr. Dadang Sunendar, M.Hum Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Haiva Ratu Muzdalifah Partner Engagment Manager dari Gerakan Indonesia Mengajar, Rani Soebijantoro Founder bookabuku.com, Ir. Agustina Erni, M.Sc Deputi Bidang Partisipasi Publik perwakilan dari KPPPA RI, M.H Yudistira Direktur Sedekah Air, Ir. R. Sudirman Direktur Pengelolaan Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta Dr. Ir. Setyo Sarwanto Moersidik, DEA.

“Mengapa ICS ini dilakukan, alasannya adalah karena pasca implementasi kesepakatan Millenium Development Goals/MDGs yang berakhir di tahun 2015, masih banyak masalah kemiskinan, kelaparan, perubahan iklim dan tantangan pembangunan berkelanjutan lainnya yang perlu dituntaskan,” jelas salah satu panitia yang ditemui tim Blogger Cihuy.

Pada sesi pertama Irsan Rajamin dari Habibi Garden memperkenalkan aplikasi habibie garden yg membantu petani untuk mendapatkan informasi tentang pupuk dan lain-lain. Menurut Anindita Sitepu, pupuk organik lebih mahal, karena prosesnya dan adanya brending.

Dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI memaparkan tentang pengelolaan sampah di ibukota. Yang menjadi permasalahan utama sampah di Jakarta adalah tidak adanya kesempatan dalam memilah sampah untuk memudahkan pembuangan. Saat ini Depok sudah memiliki bank sampah yang telah berjalan dengan baik.

Dr. Agustin Kusumayanti menyoroti tentang Tantangan Pembangunan Kesehatan Anak dan Ibu Di Indonesia. Penyebab kematian ibu saat melahirkan antara lain komplikasi dan pendarahan. Salah satu cara mengurangi kematian saat melahirkan pada ibu adalah dengan mengendalikan kehamilan. “Seharusnya akses pelayanan kesehatan tidak hanya pada pelayanannya saja tetapi harus termasuk akses informasi, karena masih banyak masyarakat Indonesia kekurangan informasi,” jelas dr. Agustin.

Sedangkan perwakilan dari Kemenkes menitik beratkan pada GERMAS dalam upaya mewujudkannya Good Health and Well-Being untuk pencapaian TPB/SDGs. Pada setiap sesi baik perwakilan organisasi maupun peserta umum diajak berdiskusi tentang17 target SDGs 2030 yang telah dikelompokkan ke dalam 17 ruangan utama sesuai dengan topik besarnya. Output dari FGD ini adalah program kolaborasi atau gerakan nasional sesuai dengan masing-masing goal yang akan diimplementasikan pasca acara.

Pada sesi workshop yang dilakukan di Auditorium Apung Perpustakaan Pusat UI, para narasumber akan memberikan pengetahuan praktikal untuk membuat sebuah proyek atau program pembangunan berkelanjutan yang berhasil, seperti cara membangun jejaring dengan stakeholder, manajemen proyek, marketing, fundraising, dan management Sumber Daya Manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here