Beberapa waktu belakangan ini kita dibuat khawatir dengan pemberitaan mengenai banyaknya artis dan masyarakat umum, yang kebanyakan anak muda, terlibat dalam kasus penyalahgunaan napza dan obat-obatan ilegal lainnya. Kasus yang sempat cukup banyak menarik perhatian adalah peredaran Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) di Kendari yang memakan korban jiwa. Dari uji laboratorium dan forensik diketahui ada dua jenis kandungan tablet PCC yang dikonsumsi korban, yaitu Paracetamol, Carisoprodol, dan Cafein, serta kandungan kedua meliputi Paracetamol, Carisoprodol, Cafein, dan Tramadol.

Contoh Obat Ilegal. Foto: monicaanggen.com
Mobil BPOM Mengedukasi Makanan yang Mengandung Bahan Berbahaya

Tidak hanya kejadian di Kendari, Sulawesi Tenggara, ada banyak pula data yang menyebutkan tingginya penyalahgunaan dan peredaran obat ilegal serta berbagai makanan yang mengandung bahan berbahaya. Data BNN-Puslitkes UI melalui Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2014 menyatakan saat ini Indonesia dalam keadaan Darurat Narkoba. Telah tercatat sekitar 2,18 persen atau sekitar 4.022.702 penduduk Indonesia menjadi pengguna narkotika. Dari jumlah tersebut, 91,3 persen di antaranya adalah laki-laki, sementara 60,7 persen merupakan pengguna yang masih berada di tingkat SMU/MA dan sederajat. Jika kita tidak segera berperan serta untuk menanggulangi hal ini bersama-sama, dikhawatirkan generasi muda kita akan semakin rusak, bahkan bisa lebih banyak lagi jatuh korban jiwa secara sia-sia.

Mobil BPOM Mengedukasi Masyarakat Tentang Makanan Mengandung Bahan Berbahaya

Dengan tujuan mengajak masyarakat untuk bersama-sama selamatkan anak bangsa dari penyalahgunaan napza, BPOM kembali menyelenggarakan gerakan Tolak Penyalahgunaan Napza dan Pemberantasan Obat Ilegal pada tanggal 22 Oktober 2017 lalu di Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

“Kegiatan yang kami lakukan hari ini masih merupakan rangkaian dari Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat, yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur pada 3 Oktober 2017 lalu,” kata Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, di antara masyarakat pengunjung CFD.

Ibu Penny K. Lukito

Dalam acara Aksi Nasional ini juga hadir perwakilan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Pak Sobri sebagai Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Kepolisian RI (Polri), anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani), juga Ibu Azizahwati yang adalah Ketua IAI, Ibu Nunning Siregar ketua bidang umum Kowani, Ibu Hikam sebagai Wasekjen Kowani, perwakilan dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), para pelajar tingkat SMA se-Jakarta, mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi Farmasi di Jakarta, serta media dan blogger.

Blogger Cihuy Berperan Serta Dalam Aksi Nasional Tolak Penyalahgunaan Napza dan Obat Ilegal

Long March dan Kampanye Tolak Penyalahgunaan Napza dan Obat Ilegal

Acara dibuka dengan long march mulai dari Jalan Imam Bonjol menuju Bundaran Hotel Indonesia, dan berakhir di depan Sarinah Thamrin Plaza. Kepala Badan POM RI beserta seluruh peserta long march terus mengkampanyekan pesan edukasi kepada pengunjung CFD untuk tolak penyalahgunaan napza dan obat ilegal, melalui jingle edukasi, lagu-lagu perjuangan, yel-yel, hingga poster dan banner yang berisi pesan agar masyarakat berpesan serta dalam Aksi Nasional ini.

Perwakilan Ikatan Apoteker Indonesia

Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito juga meminta agar tidak hanya seluruh elemen pemerintahan dan organisasi saja yang turut ambil bagian dalam mengatasi penyebaran penyalahgunaan napza dan obat ilegal, namun masyarakat dari semua kalangan juga perlu bersinergi untuk memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan ilegal berbahaya di Indonesia. Ia mengharapkan agar semua pihak, terutama orangtua dan keluarga terdekat, mendorong pelajar serta mahasiswa untuk menghindari napza. Selain itu, mengingat saat ini sangat banyak obat-obatan ilegal beredar bebas dan disalahgunakan maka sudah seharusnya masyarakat menjadi lebih cerdas dalam memanfaatkan dan menggunakan obat.

“Gunakan obat sesuai indikasi dan aturan pakai sebagai upaya penyembuhan penyakit. Jangan digunakan sembarangan atau disalahgunakan, yang bisa berakibat membahayakan kesehatan. Hati-hati juga dalam memperoleh obat. Obat hanya bisa diperoleh di apotik, toko obat berizin, dan fasilitas pelayanan kesehatan.”
– Penny K. Lukito, Kepala Badan POM RI –

Senam dan Edukasi

Acara selanjutnya, semua yang hadir di CFD, diajak untuk ikut senam zumba bersama. Hampir semua yang berada di sekitar panggung ikut senam, yang dipandu tiga orang instruktur senam di atas panggung. Usai senam, pengunjung mendapatkan sarapan gratis, juga bisa mengunjungi mobil-mobil dari BPOM untuk mendapatkan edukasi lebih lanjut mengenai penyalahgunaan napza dan obat-obatan ilegal, bahkan juga bisa bertanya langsung kepada petugas yang dengan senang hati memberi informasi yang benar.

Senam Bersama

Jika memiliki pertanyaan atau membutuhkan informasi lebih lanjut:
Contact Center Halo BPOM: 1-500-533
SMS: 0-8121-9999-533
Email: halobpom@pom.go.id
Bisa pula menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Badan POM di seluruh Indonesia.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here