Dalam rangka mensosialisasikan dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KPPPA RI) bekerja sama dengan PWI, menggelar pelatihan Jurnalistik Perspektif Gender. Pelatihan tersebut dihadiri oleh empat puluh orang peserta yang  yang terdiri dari Mahasiswa, Blogger dan Media. Pelatihan ini merupakan batch kedua yang diselenggarakan oleh KPPPA, dan untuk kali ini mengambil tempat  di Hotel Harris Bekasi pada hari Kamis sampai Jumat (9/11) dengan menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya yaitu, Ir. Agustina Erni, M.Sc, selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA dan Samsul Hasan, Ketua kompetensi PWI pusat.

Pelatihan dibuka oleh Ibu Agustina Erni selaku Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat KPPPA, beliau sangat berharap masyarakat bisa ikut partisipasi dan mendukung program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain karena sumber daya manusia KPPPA terbatas program ini juga tidak akan bisa berjalan dengan baik bila tanpa dukungan dari masyarakat Indonesia. Adapun yang diharapkan bisa bersinergi dengan KPPPA diantaranya, Lembaga Riset, Media, Organisasi Keagamaan, Akademisi, Dunia Usaha, Organisasi Kemasyarakatan, Pemerintah Daerah, dan juga Blogger.

“Jumlah penduduk Indonesia sekitar 252.035 juta, dan 49,75% dari keseluruhannya adalah perempuan, dan fenomena permasalahan perempuan dan anak merupakan fenomena gunung es yang butuh penyelesaian. Banyak korban kekerasan yang tidak melapor karena alasan malu dan di bawah ancaman,” jelas bu Erni.

Dan yang paling miris adalah di mana anak-anak dan perempuan menjadi sasaran empuk oknum bandar narkotika karena perempuan dianggap jago jualan. Sedangkan Pak Kamsul Hasan lebih menyoroti bidang hukum dan undang-undang tentang perspektif Gender dan undang-undang Kemerdekaan Pers.

Konsep Gender tidak hanya bicara tentang jenis kelamin saja, namun lebih luas lagi karena definisi Gender sangat beragam. Salah satu definisi Gender adalah hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan yang kedudukannya diatur oleh nilai sosial budaya tempat laki-laki dan perempuan itu terlahir. Atribut sosial inilah yang menjadi dasar pembagian kerja dan peran perempuan serta laki-laki di dalam masyarakat.

“Hukuman bagi pelaku perdagangan manusia, pornografi, pelecehan yang melibatkan perempuan dan anak, maka si pelaku akan mendapatkan tambahan hukuman 1/3 tahun. Yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tak hanya suami atau istri tapi juga anak, pembantu rumah tangga di rumah tersebut,” papar Kamsul Hasan.

Pasal 2 undang-undang no. 40 tahun 1999 mengatakan, Kemerdekaan pers adalah satu wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan pada prinsip:

  1. Demokrasi
  2. Keadilan dan
  3. Supremasi hukum

Selama dua hari pelatihan tersebut selain dibekali materi para peserta juga diberi tugas untuk membuat perencanaan liputan dengan menyoroti issue perspektif Gender yang sedang beredar di masyarakat luas saat ini. Sehingga isue tentang gender ini terus bergulir dan mendapat perhatian lebih dari masyarakat, yang nantinya masyarakat diharapkan bisa belajar dan mengetahui tentang isue Gender yang sedang berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here