Saat ini regenerasi terus berjalan dan penyerahan tongkat estafet dari generasi yang lama ke generasi baru sedang berjalan sesuai proses sebagaimana mestinya. Begitupun dengan perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi bergerak sangat cepat dan bila tidak berbenah maka kita akan tertinggal jauh di belakang.

Peran media sosial menjadi penting dalam penyebarluasan informasi dikarenakan generasi saat ini sangat akrab dengan penggunaan social media. Bagaikan dua sisi mata uang, social media kerap menjadi blunder yang dapat menghancurkan citra dan image yang telah terbentuk dengan baik. Presentasi akan hancur hanya dengan berita hoax yang jauh dari unsur kebenarannya. Disinilah diperlukan peran aktif Pemerintah untuk mengawal serangkaian proses tersebut dengan cara menancapkan kuku lebih tajam dalam pembentukan karakter Generasi Milenial dan Generasi Z di bidang perekonomian Syariah, khususnya pemberdayaan zakat dan wakaf.

Lokalatih Agent of Change Ekonomi Syariah

Generasi muda saat ini yang terdiri dari Generasi Milenial dan generasi Z tak dapat dipungkiri ┬ámemberikan warna tersendiri dalam perkembangan ekonomi Syariah di Indonesia. Karena generasi ini reaktif terhadap perubahan situasional, edukasi yang komprehensif. Agar tidak menimbulkan salah persepsi dan tepat sasaran dalam pembibitan tunas muda, maka Bimas Islam mengadakan sebuah pelatihan yang diberi nama “Lokalatih Tunas Muda Agent Of Change Ekonomi Syariah” yang dilaksanakan pada tanggal 29 November sampai 1 Desember 2017 di Bandung. Pelatihan ini diharapkan menjadi starting point lahirnya insan-insan unggulan yang memiliki pemahaman yang baik tentang ekonomi syariah, serta memiliki dedikasi dan kontribusi yang tinggi dalam mendorong kemajuan perekonomian Syariah, sehinga bisa membawanya ke level yang lebih tinggi. Karena di tangan generasi inilah arus baru perekonomian Syariah di Indonesia akan diperjuangkan.

Sarana, media dan pola sosialisasi pemberdayaan zakat dan wakaf serta perkembangan perekonomian syariah, mau tidak mau harus mengalami pembaharuan, agar tidak mengalami stagnansi dalam berdinamika. Pemikiran-pemikiran yang kreatif, inovatif dengan semangat togetherness harus dilahirkan dan direalisasikan segera. Kegiatan Lokalatih (Lokakarya dan Pelatihan) Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah memiliki maksud dan tujuan:

  1. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai kebijakan-kebijakan pemberdayaan zakat dan wakaf di Indonesia pada khususnya dan perkembangan perekonomian Syariah pada umumnya.
  2. Memperkenalkan progam-program pemberdayaan zakat dan wakaf yang telah berjalan selama ini.
  3. Melahirkan ide-ide yang inovatif dan kekinian terkait perkembangan perekonomian Syariah di Indonesia .
  4. Menyebarluaskan informasi mengenai pemberdayaan zakat dan wakaf serta perekonomian syariah secara masif melalui sosial media

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri Pejabat Eselon III dan IV di Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Pelaksana di Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Sekretariat Dirjen Bimas Islam, Sekretariat BAZNAS, perwakilan dari Blogger Jakarta dan Blogger Bandung, Mahasiswa Unisba, Mahasiswa UPI Bandung, Mahasiswa Unpad, Mahasiswa UIN Bandung, Mahasiswa ITB serta unsur dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat. Dengan menghadirkan para narasumber seperti:

  1. Prof. DR. Muhammadiyah Amin, M. Ag, Direktur Jenderal Ditjen Bimas Islam.
  2. Drs, H. Tarmizi, MA, Sekretaris Ditjen Bimas Islam
  3. HM. Fuad Nasar, M.Sc, Plt Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
  4. Nur Effendi, Rumah Zakat sekaligus Ketua Forum Zakat.
  5. Elmo Juanara, dari Digital Marketing Strategist Inisiatif Zakat Indonesia.
  6. Ananto Pratikno, Pakar Sosial Media .
  7. Ali Muakhir, Blogger dari Bandung.

Materi pembelajaran pada kegiatan Lokalatih Tunas Muda Agent of Change Ekonomi Syariah meliputi:

  1. Strategi Bimas Islam dalam Menghadapi Arus Baru Ekonomi Syariah
  2. Program Bimas Islam dalam Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
  3. Program Zakat dan Wakaf dalam Kacamata Kekinian
  4. Presentasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf dan Peran Serta Generasi Z
  5. Sosial Media dan Pembentukan Karakter Generasi Z dalam Pengembangan Ekonomi Syariah.
  6. Blogging,Sosial Media dan Ekonomi Syariah
  7. Zakat dan Wakaf Sebagai Lifestyle

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here