Berbagai upaya telah dilakukan Kementerian Kesehatan untuk menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Selain terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan, upaya lainnya adalah menggelar Pameran Pembangunan Kesehatan dan Teknologi Alat Kesehatan Dalam Negeri pada tanggal 9-11 November 2017. Pameran ini bertempat di Hall C1 dan C3 JIEXPO Kemayoran.

Menkes Nila Moeloek dan Menko Perekonomian Darmin Nasution saat pembukaan pameran.

Pameran yang dilaksanakan saat momen Hari Kesehatan Nasional ke-53 ini bertujuan untuk meningkatkan produksi alat kesehatan yang mandiri, tidak hanya bergantung pada alat kesehatan impor. Pameran alat kesehatan dalam negeri ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2015. Hasilnya pun terus signifikan. Jumlah sarana produksi alat kesehatan naik dua kali lipat, yakni sebanyak 517 sarana. Alat kesehatan juga mengalami peningkatan sebanyak 32 jenis.

Hingga hampir di penghujung tahun 2017 ini, telah ada 719 sarana produksi yang bisa memproduksi sekitar 294 jenis alat kesehatan. “Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri telah mampu memenuhi lebih kurang 50% standar fasilitas alat kesehatan di rumah sakit tipe A, B,C, D,” ucap Menkes Nila Moeloek saat pembukaan pameran.

Peserta pameran.

Total lebih dari 150 peserta yang hadir di pameran, yang terdiri atas industri alat kesehatan, Perbekalan Kesehatan dan Rumah Tangga (PKRT), farmasi, obat tradisional, kosmetik, serta makanan dan minuman. Selain itu, pameran juga dilengkapi berbagai booth dari Kementerian Kesehatan, kementerian dan lembaga lain, Dinas Kesehatan Provinsi, organisasi profesi, rumah sakit, BUMN, serta beberapa asosiasi. Ada juga layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung. Semua turut serta dan bekerja sama memeriahkan dan memamerkan berbagai inovasi terbaru di bidang produk kesehatan.

Meskipun pameran ini “digawangi” oleh Kementerian Kesehatan, pada pelaksanaannya juga bekerja sama dengan lembaga dan instansi lain, seperti Kementerian Perekonomian. Darmin Nasution selaku Menko Perekonomian memberikan sambutannya saat peresmian Pameran Pembangunan Kesehatan dan Teknologi Alat Kesehatan Dalam Negeri. Darmin Nasution menyatakan bahwa bahan baku obat masih sulit dan pengeluaran perkapita untuk masalah-masalah kesehatan masih rendah.

“Mungkin sekitar lebih dari dua persen dibandingkan dengan Singapura yang mendekati lima persen untuk pengeluaran perkapita untuk masalah kesehatan. Tapi, penduduk kita lebih banyak dari Singapura. Oleh karena itulah, kita merancang agar bahan baku obat bisa dihasilkan di dalam negeri melalui investor-investor baik dalam negeri maupun luar negeri,” kata Darmin.

Peserta pameran.

“Terkait sektor industri kesehatan Indonesia. Pertumbuhannya mungkin dalam setahun lebih dari 7% dan itu sudah lebih tinggi dari industri secara keseluruhan yang hanya 4,5% pertahun. Jadi, industri produk Alkes pertumbuhannya lebih tinggi dari sektor industri secara keselurunan,” tambah Darmin Nasution.

Pemerintah terus melakukan upaya dan langkah strategis dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, seperti meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan. Dengan didukung sarana dan prasarana yang baik serta alat kesehatan yang berkualitas, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) akan berjalan sukses.

(sumber & foto: sehatnegeriku.kemkes.go.id)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here