Karawang, 23 Oktober 2017. Kemenkes yang berkomitmen untuk menyehatkan masyarakat Indonesia lewat Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) terus mengkampanyekan gerakan tersebut hingga kepelosok, karena masyarakat di daerah masih banyak yang belum tersentuh edukasi mengenai kesehatan dan bahaya penyakit tidak menular (PTM).

Salah satu daerah yang menjadi sasaran program tersebut adalah Kabupaten Karawang. Pada hari Sabtu tanggal 21 Oktober 2017, masyarakat Karawang antusias hadir dalam sosialisasi Germas di Kantor Desa Jatiragas, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang. Mereka datang untuk berkomitmen mendukung Germas. Komitmen itu mereka simbolkan dalam tanda tangan bersama di atas karton putih. Dalam sosialisasi tersebut tampak hadir anggota DPR RI, Putih Sari dan Zaenal Komar, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta.

Hampir seratusan orang datang dan memadati kantor Desa Jatiragas tersebut. Mereka rela berhimpitan dalam satu baris menunggu giliran untuk mendaftarkan diri. Kebanyakan dari mereka sudah tua, namun terlihat masih kuat melakukan pekerjaan berat di ladang.

Setelah mendaftarkan diri, mereka kembali mengantre yang keduakalinya. Kali ini untuk cek kesehatan. Data yang tercatat oleh panitia sebanyak 96 orang yang diperiksa kesehatannya. Dari jumlah tersebut tercatat dua orang mengidap hipertensi dengan tekanan darah 200/100 dan 190/100.

Enduy (73), salah satu warga yang hadir memiliki tekanan darah 190/100,  mengaku sering makan ikan asin tanpa diimbangi sayuran. Lebih parah lagi ia seorang perokok aktif. Data menyebutkan penduduk usia lebih dari 15 tahun yang merokok dan perempuan usia lebih dari 10 tahun sebanyak 36,3%. Kemudian penduduk dengan usia lebih dari 10 tahun kurang makan sayur dan buah sebanyak 93,5%. Dari data tersebut sudah seharusnya masyarakat sadar akan pola hidup sehat.

Zaenal Komar mengatakan salah satu bahaya hipertensi adalah serangan stroke. Belum lagi angka kematian lebih tinggi diakibatkan perubahan pola penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (PTM).

“Penyebab yang sering terjadi pada masyarakat kita adalah kurang berolahrga, pola makan yang buruk, dan merokok, di sinilah pentingnya Germas diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Germas itu dapat dilakukan minimal dengan tiga kegiatan, cek kesehatan bisa dilakukan ke Posbindu atau Puskesmas, konsumsi buah sayur dan satu lagi ikan, serta aktivitas fisik yang dapat dilakukan di manapun dan kapanpun, minimal 30 menit sehari, papar Zaenal pada Sosialisasi Germas tersebut.

Ia menambahkan faktor risiko perilaku penyebab terjadinya PTM, menurut Riskesdas 2007-2013, kurangnya aktivitas fisik sebanyak 26,1%, penduduk usia lebih dari 10 tahun minum minuman beralkohol sebanyak 4,6%.

Manusia rawan terserang penyakit, baik PTM atau penyakit menular, oleh karena itu masyarakat diimbau agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta Germas. Oleh karenanya, Pemerintah Karawang bersama masyarakat yang hadir dalam sosialisasi tersebut berkomitmen mendukung Germas.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here