Tahukah anda,  tanggal 4 Oktober diingatkan sebagai hari Kesehatan jiwa? Mengapa sampai ada pencanangan hari kesehatan jiwa? Begitu pentingkah kesehatan jiwa? Yang menjawab pertanyaan ini, diri kita masing-masing. Namun satu hal, kesehatan jiwa seseorang menjadi indikasi kesehatan jiwa secara nasional. Artinya warga yang bahagia akan menjadi indicator Negara yang sukses.

Jadi jangan heran jika banyak kepala daerah, mencantumkan kebahagiaan warganya sebagai salah satu program. Karena dengan jiwa yang sehat maka mampu meningkatkan produktifitas setiap orang. Mari kita telusuri sedikit, mengapa banyak orang menjadi tidak sehat jiwanya, ditandai dengan sulit menerima tekanan yang berakibat pada depresi.

Depresi dan kesehatan jiwa memiliki hubungan yang sangat erat. Bisa saja karena kesehatan jiwa Anda sedang kacau, lalu Anda terkena depresi. Nah, apakah Anda pernah mengalami sulit tidur, susah konsentrasi, bersikap siaga secara berlebihan, keinginan untuk makan menurun, nafsu hubungan intim terhadap pasangan Anda juga menurun dan emosi yang tidak stabil? Bahkan takut pada sesuatu yang tidak mampu anda jelaskan.

Jika hal tersebut sering Anda alami, Anda harus segera tanggap, agar jiwa Anda tidak mengalami gangguan. Sebagian besar orang lebih memilih untuk menkonsumsi obat anti depresi untuk mengatasi masalahnya, namun jika kebiasan tersebut tetap berlangsung, akan berefek negatif pada tubuh. Tentunya Anda tak ingin mengalami hal tersebut bukan?

Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan seseorang menjadi depresi dan kesehatan jiwa nya terganggu. Sampai saat ini diketahui terdapat tiga faktor utama sebagai pemicunya. Pertama adalah faktor organobiologi (genetik). Biasanya orang yang terindikasi depresi disebabkan karena adanya zat­zat neurokimia di dalam otak yang tidak seimbang. Kedua, faktor psikologis, seperti terganggunya mood sehingga menjadi labil, sering berhalusinasi dan juga karena rasa cemas yang berlebihan. Dan yang ketiga atau yang terakhir adalah faktor lingkungan sosial, entah itu di lingkungan keluarga ataupun lingkungan sekolah, dan lingkungan kerja. Lingkungan tersebut sangat berpengaruh karena bisa memberikan tekanan yang jika seseorang tidak kuat, maka akan mengalami depresi.

Gangguan jiwa mungkin bukanlah salah satu penyebab kematian seseorang. Namu, jika hal tersebut dibiarkan secara terus-terusan, maka akan berdampak buruk bagi masyarakat. Selain si penderita akan kehilangan waktu produktif, seorang yang tengah depresi dan kesehatanan jiwa nya terganggu akan menjadi beban bagi keluarga dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Saat ini, penderita gangguan jiwa telah mengalami peningkatan yang tajam. Apalagi setelah usai pilihan anggota dewan, biasanya setelah mengajukan diri dan tidak terpilih sebagai anggota dewan, tak sedikit yang mengalami guncangan jiwa. Akibat dari terganggunya kesehatan jiwa sangatlah buruk.

Nah, diantara ciri dari depresi yang seringkali tidak disadari oleh si penderita adalah gangguan fisik seperti sakit di ulu hati dan juga sakit kulit. Selain itu jika jantung Anda tiba-tiba bergetar dan tubuh mengeluarkan keringat, maka waspadalah, karena itu adalah salah satu gejala depersi. Anda dapat melakukan berbagai terapi untuk jiwa Anda. Mulai dari berolahraga di pagi hari secara rutin, hingga bermeditasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here